Rabu, 23 November 2016

Cara Budidaya Semangka Untuk Hasil Yang Melimpah

 Hasil gambar untuk berkebun semangka

Semangka merupakan salah satu jenis buah yang sangat populer di Indonesia; dengan rasa yang manis dan kandungan air yang tinggi, semangka dapat menjadi alternatif pilihan buah yang menyehatkan dan juga menyegarkan. Ada beberapa jenis semangka yang cukup populer; semangka merah dan semangka kuning serta semangka non biji merupakan jenis yang paling dikenal. Sedangkan semangka lain seperti semangka inul dansemangka kotak juga mulai dikenal oleh masyarakat. Adapun tips mengenai cara budidaya semangka yang dapat dipraktekkan untuk memaksimalkan hasil panen adalah sebagai berikut.

  • Memilih Lahan Budidaya Semangka

Pemilhan lahan bercocok tanam semangka merupakan salah satu faktor penting dalam kesuksesan budidaya semangka. Semangka membutuhkan kondisi iklim atau cuaca yang hangat agar dapat tumbuh secara sempurna. Biji semangka memerlukan suhu sekitar 25 hingga 30 derajat celcius untuk berkecambah dan tumbuh; suhu sekitar 20 hingga 25 derajat celcius untuk tumbuh, suhu pembuahan dan penyerbukan sekitar 25 derajat celcius serta suhu sekitar 30 derajat celcius untuk mendapatkan buah yang masak dengan sempurna. Hal tersebut menjadi faktor pertimbangan dalam memilih lahan yang tepat untuk budidaya semangka.
Pengolahan tanah penanaman semangka juga sangat penting; untuk tipe lahan berpasir hampir tidak diperlukan pengolahan khusus; namun untuk jenis tanah yang tidak berpasir maka diperlukan pengolahan agar tanah menjadi remah atau gembur. Kemudian pada lahan yang telah disiapkan dibuat bedengan sebagai tempat menanam biji semangka; penggunaan pupuk organik atau pupuk kandang dapat meningkatkan kesuburan tanah yang akan membantu semangka tumbuh dengan baik. Jarak antar tanaman sekitar 100 cm dengan lebar bedengan sekitar 3 meter untuk sistem tanam tunggal dan 6 hingga 7 meter untuk sistem tanam ganda dengan bedengan setinggi kurang lebih 50 cm.
  • Mempersiapkan Bibit Semangka

Salah satu bagian cara budidaya semangka adalah mempersiapkan bibit semangka; bibit dipersiapkan dengan cara menanam atau menyemai biji; biji dikecambahkan dengan cara dibasahi dan diperam dalam kertas sampul atau koran selama 1 hingga 2 hari. Setelah proses pembibitan maka biji akan berkecambah kemudian dipindahkan ke media persemaian. Bibit dengan calon akar sepanjang 2mm dapat disemai dalam polibag dengan kedalaman 1 hingga 1,5 cm. Letakkan polibag atau kantong persemaian di bawah sinar matahari dan disiram 1 sampai 2 kali sehari sampai dengan bibit berumur 12 hingga 14 hari sebelum dipindahkan ke lahan tanam.
  • Pindah Tanam ke Lahan

Setelah biji disemaikan selama 12 hingga 14 hari maka akan ada 2 hingga 3 lembar daun yang tumbuh; waktu pemindahan sebaiknya dilakukan sore hari dengan cara memasukkan bibit beserta tanah ke dalam lahan dengan melepas polibag yang digunakan untuk menyemai. Adapun cara tanam semangka dengan jarak pohon dengan tanam sistem tunggal yang ideal adalah 90 hingga 100 cm x 3 meter; sedangkan dengan sistem ganda atau dua baris tanaman dengan jarak 90 hingga 100 cm x 6 atau 7 meter.
  • Pemupukan Tanaman Semangka

Setelah bibit semangka dipindahkan ke lahan maka platik hitam perak dapat diaplikasikan; dengan aplikasi plastik maka pemupukan dapat dilakukan sebelum atau pada saat proses pindah tanam dilakukan. Bedengan dapat diairi hingga cukup basah dan diberi pupuk organik sebelum bibit dipindahkan ke lahan. Bedengan kemudian diratakan sehingga plastik dapat menempel dengan sempurna. Plastik hitam perak sebagai bagian dari teknik budidaya semangka intensif dapat diaplikasikan dengan posisi warna hitam menghadap ke bawah dan diaplikasikan pada saat matahari sedang bersinar atau sekita pukul 09.00 hingga 14.00.
Adapun salah satu proses perawatan tanaman adalah dengan penggunaan pupuk kandang; pilih kondisi pupuk kandang yang benar – benar sudah jadi. Pupuk kandang yang belum jadi akan membuat tanaman semangka kerdil atau layu. Pupuk organik dapat digunakan sebagai alternatif pemupukan selain penggunaan pupuk ZA, Urea, TSP dan KCl. Jenis tanah juga menjadi bahan pertimbangan pemupukan; tanah berpasir memerlukan pupuk lebih banyak dibandingkan jenis tanah yang lebih liat.
  • Pemeliharaan, Panen dan Manfaat Plastik Hitam Perak

Adapun alternatif cara budidaya semangka intensif adalah dengan aplikasi plastik hitam perak; pemupukan dapat dilakukan hanya sekali saja. Selain itu dengan aplikasi yang rapat dengan tanah bedengan dan warna hitam dari plastik akan mencegah rumput serta gulma untuk tumbuh di sekitar tanaman semangka. Plastik dengan sisi perak menghadap ke matahari juga berfungsi menjaga suhu tanah serta menjaga kelembaban tanah sehingga mengurangi keperluan penyiraman.
Tanaman semangka perlu penyuluran ranting; hal ini dimaksudkan agar ranting tidak terlalu berhimpit. Posisi ranting yang berhimpitan dapat menyebabkan bunga mudah rontok serta memudahkan timbulnya penyakit. Pendangiran diperlukan untuk lahan tanpa aplikaasi plastik hitam perak. Ketika bibit semangka mulai tumbuh sepanjang 50 cm maka seresah dapat dipasang; ketika buah semangka mulai muncul juga perlu diberi alas.
Perempelan buah dilakukan pada buah yang tumbuh pada pangkal batang tanaman semangka sebagai bagian dari cara budidaya semangka intensif; sisakan 1 atau 3 buang semangka yang terletak kurang lebih 1 meter dari pangkal batang. Semangka jenis besar sebaiknya menyisakan 2 buah saja dalam satu batang; sedangkan untuk jenis semangka kecil dapat disisakan sebanyak 3 hingga 4 buah. Panen dapat dilakukan setelah 65 hingga 75 hari sejak bibit dipindah tanam.

 sumber : http://1001budidaya.com/budidaya-buah-semangka/

Selasa, 22 November 2016

Berkebun strawbery di dataran rendah


Belajar Menanam Strawbery di Dataran Rendah


stoberri 

Strawberry biasa kita jumpai di daerah pegunungan atau dataran tinggi dengan suhu yang sejuk… kita sering melihat di Lembang, Bandung atau di Guci, Tegal. juga dibeberapa pegunungan yang sejuk banyak yang membudidayakan strawberry.wah kira-kira kalau kita mau tanam di dataran rendah bisa gak ya…kalau bisa kan mantap tuh….tanam di pot depan rumah bisa petik strawberry tanpa harus ke lembang atau cianjur tentunya asyik ya, apalagi berkebun dirumah bersama keluarga tercinta pasti mengasyikan.

belajar stroberi 
Pada awalnya saya hanya tertarik coba-coba  browsing di internet adakah  stoberri yang cocok di datran rendah dengan membeli bibit strawberry 3 pot pada awal april tahun 2014 saat ketika saya wisata dan jalan-jalan ke lembang  , Bandung.
Lembang, Bandung  terletak di lereng gunung Tangkuban perahu yang berhawa sejuk dan saya perkirakan ketinggiannya sekitar 1200 m dari permukaan air laut. mulanya saya sempat ragu apa mungkin tanaman strawberry ini bisa bertahan hidup di daerah tempat saya tinggal, Bekasi? bahkan teman saya sempat mengatakan bahwa tanaman yang saya beli dalam waktu sebentar akan mati.
Kota tempat saya tinggal yaitu kota Bekasi mempunyai ketinggian kira-kira 30 meter dari permukaan air laut (ini saya ketahui berdasar dari papan penunjuk ketinggian di stasiun Bekasi yaitu +28 m) dan rumah saya terletak agak jauh dari stasiun tersebut sekitar 10 km. suhu udara berkisar dari 25 derajat sampai 33 derajat celcius. curah hujan kurang dari 500 mm/tahun. banyak orang pernah mengatakan pada saya bahwa kota bekasi berhawa panas, mungkin sama panasnya dengan kota-kota besar lainnya di pulau jawa, sehingga tidak cocok untuk stroberri.
Berbuah 
saya juga diberitahu kawan di sebuah komunitas tanaman buah, bahwa stroberri bisa tumbuh di dataran rendah, saya di sarankan ke depok di daerah sekitar sukamaju, cimanggis saya bertemu dengan anak muda yang menanam stroberri di depan rumahnya ketinggian kota depaok dari permukaan laut 50 M , di depok stroberri bisa tumbh dengan baik dan bisa berbuah namun buahnya agak kecil paling besar sebesar jempol ibu jari, menurut mas wardoyo budiasih sang pemilik ini tanpa pemupukan…hmmm kalau di coba diberikan tambahan nutrisi mungkin buah bisa besar-besar.  Akhirnya saya meminta bibitnya dan mencoba di tanam di bekasi. jadi saya punya 2  koleksi stroberri satu dari lembang dan satu lagi dari depok.

Menanam stroberi tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tapi bisa juga di lahan yang sempit dengan menggunakan polybag atau pot. Budidaya tanaman stroberi dalam pot, tidak hanya dijadikan sarana penyalur hobi, tetapi bisa dikembangkan dalam skala komersial, tentu dengan pengetahuan dan kemauan. Untuk itu perlu diketahui tentang persyaratan budidaya tanaman stroberi.
Strawberry merupakan tanaman yang mempunyai ketahanan & adaptasi yang cukup luas. secara umum syarat tumbuh yang baik untuk strawberry adalah seperti kondisi iklim berikut ini:
  • suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 derajat Celcius.
  • Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.
  • Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.
  • Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.
  • Ketinggian diatas 1000 M
Penyiapan Wadah atau Tempat Tanam

Wadah atau tempat tanam yang biasa digunakan adalah pot bisa juga menggunakan polybag. Pot mempunyai banyak jenis dan variasi bentuknya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pot adalah ukurannya seimbang dan serasi dengan ukuran tanaman. Selain itu, pot harus dapat menampung media tanam yang cukup agar perakaran tanaman tumbuh dengan leluasa.
Ukuran ideal pot adalah berdiameter 7 cm – 20 cm dan di beri lubang keci-kecil di bawahnya. Selain pot, kita juga bisa menggunakan kantong plastik (polybag) yang banyak tersedia di toko-toko alat pertanian dengan berbagai macam ukuran.

Penyiapan Medium Tanam
media tanah

Komposisi bahan medium tanam yang biasa digunakan adalah:
a. Campuran tanah dari bawah pohon pinus, humus, daun lamtoro atau kompos lebih mudah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.
b. Campuran tanah lapisan atas, pasir dan humus dengan perbandingan 1:1:1.
c. Campuran tanah, pasir, humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1.
d. Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

Pengisian Medium Tanam Ke Dalam Pot/Polybag

Cara-cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau wadah tanam adalah:
a. Siapkan alat dan bahan, terdiri atas pot (wadah tanam), pecahan bata merah (genting), gembor (emrat), medium tanam, serta sarana penunjang lainnya.
b. Masukkan selapis pecahan bata merah (genting) ke dasar pot.
c. Masukkan medium tanam ke dalam pot hingga hampir penuh.
d. Siram medium tanam dalam pot tersebut dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah.

Penyiapan Bibit dan Penanaman

Bibit yang sehat
Bibit yang sehat
Tata cara penanaman bibit tanaman stroberi ke dalam pot adalah sebagai berikut:
a) Siram medium tanam bibit tanaman dengan air bersih hingga keadaannya cukup basah.
b) Keluarkan bibit lengkap bersama akar dan medium tanamnya dengan cara menyobek (menggunting) polybag.
c) Buat lubang tanam dalam pot dengan cara menggali (mengambil) sebagian medium tanamnya.
d) Tanamkan bibit tepat di tengah pot pada posisi tegak, kemudian timbun bagian pangkal batang tanaman dengan medium tanam sambil dipadatkan secara pelan-pelan.
e) Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah (lembab).
f) Simpan pot di tempat yang teduh dan lembab selama 7 – 15 hari agar tanaman segar kembali.

Pemeliharaan Tanaman
sudah umur 2 minggu

a. Penempatan pot
Penempatan pot harus memperhatikan kondisi lingkungan tumbuh yang ideal dan serasi dengan keadaan sekitarnya. Dan yang lebih penting bahwa tanaman jangan langsung sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis. cukup terkena matahari secara tidak langsung selama sebulan. setelah itu belajar adaptasi terkena sinar matahari kurang lebih 30 menit setiap pagi dari jam 07.00-08.00.

b. Penyiraman
Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau, yakni pagi dan sore. Hal ini untuk menjaga kelembaban media, sehingga unsur hara dalam tanah bisa diserap oleh akar secara maksimal. untuk adaptasi semprotlah di pagi dan sore hari dengan air dingin/es selama 1 bulan penuh dan 3 hari sekali dibulan kedua.

c. Penyiangan dan penggemburan medium tanam
Gulma yang tumbuh pada permukaan pot harus segara dicabut, hal ini untuk menghindari saling berebut nutrisi dalam tanah dan juga meminimalisir terserangnya hama yang bersarang di gulma tersebut.

d. Pemupukan
Seminggu setelah tanam perlu dilakukan pemupukan. Jenis dan takaran pupuk terdiri atas Urea 2 sendok teh + TSP setengah sendok teh + KCL setengah sendok teh per pot. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 1 – 2 bulan setelah tanam dengan Urea setengah sendok teh + TSP 1 sendok teh + KCL 1 sendok teh per pot.

e. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada daun yang kering atau rusak. Tanaman yang terlalu rimbun juga harus dipangkas daunnya. Hal ini untuk merangsang pembuahan.

f. Penggantian pot dan medium tanam (repotting)
Penggantian pot dilakukan bila media tanam dalam pot sudah padat, akar sudah mulai ke permukaan pot dan pertumbuhan tanaman sudah mulai melambat bahkan tidak berbunga atau berbuah.

g. Perlindungan tanaman
Perlindungan tanaman meliputi penggunaan bibit yg sehat, sterilisasi media tanam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit, penyemprotan pestisida secara selektif sesuai anjuran.

sumber : https://warasfarm.wordpress.com/2014/05/11/belajar-menanam-strawbery-di-dataran-rendah/

Berkebun Di Dapur

Hijaukan Dapur dengan Tumbuhan Sayur


menanam sayur di dapur
Rooang.com | Sisa-sisa pangkal sayur jangan dibuang. Daripada membusuk di tempat sampah dan menimbulkan sampah, sisa tersebut sebenarnya bisa ditumbuhkan kembali dan memperindah dapur Anda. Hasilnya, dapur makin menawan. Bahkan, sejumlah tanaman dapur memiliki daun dengan aroma yang menyegarkan. Jadi, jangan sia-siakan mereka ke tempat sampah. Caranya?

 

Pilih jenis tanaman


Pilih saja yang mudah ditanam, seperti daun bawang, seledri, cabai, bayam, jahe, aneka sawi, serai, dan wortel. Kriteria tanaman yang bisa ditanam kembali adalah yang memiliki akar atau jenis umbi. Jenis ini lebih mudah ditanam daripada jenis lainnya. Untuk jenis sayur , sisakan bagian pangkalnya yang berakar. Sayur yang tidak berakar akan lebih sulit ditanam kembali. Untuk cabai, cukup tanam bagian bijinya.

 

Pilih wadah

Karena tujuan utamanya adalah untuk menghias dapur, jadiw adah yang dipilih pun harus eye-catching. Apa saja yang ada di dapur bisa digunakan, mulai dari kaleng bekas susu, toples snack, mangkok porselen, kaleng biskuit, cangkir warna-warni, teko the, botol bekas, cetakan kue, dan benda lainnya.

 

Penanaman



Cara menanamnya cukup mudah. Bisa didiamkan dulu di wadah berisi air sampai tumbuh tunas atau akarnya jadi lebih panjang, lalu baru pindahkan ke dalam wadah yang sudah diisi dengan tanah subur. Bisa juga langsung ditanam dalam wadah tersebut. Meletakkan sayur di air lebih dulu akan membuat kita tahu tanaman mana yang tumbuh dengan baik dan mana yang mati. Tanaman yang berhasil ditumbuhkan itulah yang dipindah, sementara yang gagal dibuang.

Perlu diperhatikan

Fungsi dasarnya hanya untuk hiasan. Ketika sudah tumbuh makin besar, sebaiknya tanaman tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih besar. Tanaman seperti sayuran tidak bisa tumbuh lama dalam wadah yang kecil. Bahkan ketika ditanam di ladang pun, biasanya hanya akan tumbuh 3 bulan, lalu dipanen dan mati, diganti dengan tanaman baru. Jadi, jika akan menerapkan teknik ini, Anda perlu ‘memanennya’ secara berkala, lalu ganti dengan tumbuhan baru lainnya. Namun, untuk jenis tanaman akar seperti jahe dan kunyit, bisa tumbuh lebih lama, selama wadahnya masih cukup.

 

Penataan


Agar terlihat manis, letakkan beberapa jenis tumbuhan dalam 1 wadah, atau kombinasikan berbagai jenis tumbuhan untuk diletakkan berjajar. Taruh di dekat jendela atau wastafel dapur, sehingga Anda tidak akan lupa untuk menyiraminya. Jangan menaruhnya di dekat kompor, karena akan membuatnya mudah layu.
Menanam tumbuhan sayur dan bumbu sendiri selain bisa menciptakan keindahan, juga akan menjadi bahan logistik cadangan di rumah. Anda berminat mencobanya?



Sumber :http://media.rooang.com/2015/02/hijaukan-dapur-dengan-tumbuhan-sayur/ 

Cara Budidaya Melon Supaya Panen Berlimpah

Usaha budidaya melon akan sangat menyenangkan bagi petani apabila panen berlimpah. Yaitu berbuah banyak dan mempunyai kualitas tinggi. Dengan demikian tentu sangat menguntungkan bagi petani dan semua pihak akan merasa happy. Untuk selanjutnya tambah semangat lagi membudidaya melon.

Bagaimana cara membudidaya melon yang baik, tentu tidak mudah. Membutuhkan ketekunan serta ilmu pengetahuan untuk itu. Kami akan coba beberapa artikel kedepan mengposkan tentang budidaya melon yang baik dan telah melalui riset oleh para ahli.

Mengingat artikel sangat panjang kami akan membagi beberapa bagian. Untuk awal inilah beberapa garis besar yang dapat dikelompok untuk budidaya melon

1. Syarat Tumbuh Melon


Syarat tumbuh atau lahan pertanian yang cocok untuk budidaya melon ialah lahan dengan ketinggian berkisar antara 200 sampai 2000 m dpl. Dengan suhu 12-27 °C.  Curah hujan ideal 2000 - 3000 mm/th.
sinar matahari berkisar antara 10 - 12 jam per hari,  tanah kaya bahan organik dengan pH 6,0 - 6,8. dengan kelembaban udara sekitar 70 -80 %.

 

2. Pengolahan Lahan Budidaya Melon

Lahan boleh menggunakan polybag atau tidak. Lahan disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk penyemaian atau untuk tanam. Lahan digemburkan dan dibuat parit berjajar dan ditutup dengan plastik. Akan lebih baik lagi dicampur dengan tanah humus.

 

3. Penyemaian


Untuk budidaya menggunakan polybag ditinggikan sekitar 30 sampai 40 cm dari permukaan tanah. Polybag dikumpulkan boleh berbentuk persegi panjang dan ditepinya diberi penyekat. Benih yang telah berkecambah dapat dipindah ke kantong polybag yang sudah siap.  Benih dalam polybag harus selalu disiram secara kontinyu, pagi jam 06.00 dan sore jam 16.00, dan ingat jangan terlalu jenuh air.

 

4. Menanam Melon


Setelah bibit melon berumur 2 minggu maka bibit dapat dipindah ke lahan budidaya. Jarak tanam sesuai dengan lubang pada mulsa yang telah disedia. Dalaman lubang tanam sekitar 10-15 cm. Begitu juga tanaman yang ditanam dengan polybag. Selanjutnya lakukan penyiraman yang tepat agar tanaman melon tumbuh dengan baik.

 

5. Pemeliharaan Budidaya Melon


Melakukan penyiraman secara rutin, penyulaman, penyiangan, pemupukan dan mengendalikan hama penyakit. Inlah yang mesti dilakukan semasa perawatan sampai tanaman melon siap di panen.
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah pemangkasan tunas dan seleksi buah. Pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas baru tumbuh yaitu tunas 1 - 8. Kalau sudah berbuah lakukan seleksi buah yang akan ditingal sampai panen.

 

6.  Pupuk Tanaman Melon


Mulai dari 5 hari tanaman melon dapat diberi pupuk anorganik. Pemupukan pada umur 5 HST diberi urea dalam bentuk larutan dengan kosentrasi 3 kg/300liter air. Pupuk ZA + NPK 17 HST dan 50 HST yatiu 2 kg ZA dan 1 kg NPK konsentrasi 3 - 4kg/200 liter air. Pupuk daun diberikan 7 HST dengan interval 7 - 15 hari sekali, konsentrasi larutan 1 - 2 cc/1 liter air.

 

7. Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Melon


Hama yang sering menyerang yaitu Aphids, lalat buah, ulat daun, Tungau, Thrips, Oteng-oteng dan cacing tanah. Hama ini dapat dikendalikan dengan insektisida. Untuk tungau basmi dengan akarisida.

Penyakit pada umumnya yaitu Layu bakteri, Phytoptora molonis, Layu fusarium, Gummy stemBlight, busuk daun, embun tepung, virus dan cendawan tanah. Penyakit ini atasi dengan dengan fungisida.

 

8. Panen


Waktu yang ditunggu tunggu telah tiba. Buah Melon dapat dipetik umur 65 - 70 Hst. Dengan cara petik dengan memotong tangkai buah kurang lebih 3 cm dari pangkal. Guunakan gunting pangkas atau pisau tajam.


Demikianlah ringkasan dari budidaya melon. Mudah-mudahan kedepan kami akan merinci masing-masing point diatas. Mengetahui lebih dalam diharap dapat hasil panen maksimal, sehingga besaran modal yang dikeluar untuk biaya operasional mendapat keuntungan maksimal.

sumber : http://budidayausaha.blogspot.co.id/2014/04/cara-budidaya-melon-supaya-panen.html

Budidaya Melon

Panduan Budidaya Sawi

6 Panduan Lengkap Cara Budidaya Sawi Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga


 Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies Brassica yang kadang-kadang mirip satu sama lain. 

Sawi

Di Indonesia penyebutan sawi biasanya mengacu pada sawi hijau (Brassica rapa kelompok parachinensis, yang disebut juga sawi bakso, caisim, atau caisin). Komoditas tanaman ini cukup mudah di budidaya jika semua vasitas mendukung dan juga tanaman ini masih mempunyai banyak peluang untuk menembus bisnis kecil UKM di pasaran dan juga dapat membantu menigkatkan perekonomian rumahtangga. simak berikut langkah-langkah budidaya sawi lengkap.

Syarat Tumbuh

Iklim

  • Diperlukan intensitas cahaya lemah sehingga memerlukan naungan, untuk mencegah cahaya matahari langsung yang dapat membahayakan pertumbuhan bibit.
  • Pada stadia pertumbuhan diperlukan intensitas cahaya kuat, sehingga tidak membutuhkan naungan atau. Secara umum petsai memerlukan penyinaran 10-13 jam/hari.
  • Suhu udara yang untuk budidaya petsai adalah 15-25 derajat C dan masih toleran pada 27-32 derajat C (varietas dataran rendah).
  • Daerah dengan kelembaban antara 80-90% merupakan daerah yang cocok untuk tanaman ini.

Pemilihan Varietas

Varietas yang dianjuran adalah LV.145 dan Tosakan. Namun yang beredar dipasaran kebanyakan Tosakan dan Shinta (panah merah). Daya tumbuhnya lebih dari 95 %, vigor murni, bersih dan sehat. Kebutuhan benih per hektar 450-600 gram. 

Model Budidaya Bedengan

Pembibitan

Caisim atau sawi sebelum tanam, Ada 2 cara tanaman pembibitan caisin/sawi.
  • Cara pertama, bedengan benih di persemaian berukuran kecil 0,5 x 1 m² atau ukuran besar untuk memenuhi kebutuhan bibit.
  • Cara kedua, benih di semai di wadah plastic dengan luas ukuran wadah sesuai kebutuhan bibit. Sebelum menabur benih, benih direndam dalam air selama ± 2 jam. Selama perendaman, benih yang mengapung dipisahkan dan dibuang.
Benih yang tenggelam digunakan untuk disemai. Kemudian biji disebar merata di atas bedengan dengan tanah dicampur dengan pupuk kandang 1: 1, (media tanam) ± 7 cm. Benih yang telah ditebar disiram sampai basah dan kemudian ditutup dengan daun pisang atau karung goni selama 2-3 hari. Bedengan pembibitan harus diberikan Kedap sinar matahari. Ketika bibit sudah berumur 2-3 minggu setelah tebar, bibit siap ditanam.
Perlakuan yang sama juga dilakukan jika benih ditaburkan dalam wadah plastik. Wadah tersebut diteduhkan di rumah persemaian sampai 2-3 minggu bibit tua. Bibit siap untuk ditanam.

Pengolahan Tanah Budiya

Lahan budidaya harus bebas dan dibersikan dari gulma. Kemudian tanah dicangkul sedalam 20-30 cm agar terjadi penggemburan. Setelah itu, bedengan yang dibuat dengan ketinggian sekitar 20-30 cm, lebar sekitar 1 m, dan panjang tergantung pada ukuran/bentuk tanah.
Jarak antara bedengan sekitar 40 cm atau selaras dengan tanah. Setelah tanah diratakan, Permukaan bedengan di tebari pupuk kompos dengan dosis 100 kg / 100 m². Semprotkan larutan pupuk cair Bioboost/EM4 (10 ml/1 liter air) pada permukaan bedengan dan bedengan ditutupi dengan permukaan tanah. Diamkan selama 3 hari dan bedengan siap tanam.

Penanaman

Sebelum penanaman, bedeng-bedeng tersebut dibuat lubang tanam dengan jarak antar tanaman 15 cm dan jarak antar barisan 20 cm. Tiap lubang tanam diberi 1-2 anakan. Kemudian bedengan yang sudah ditanami disirami sampai basah.

Model Budidaya Sawi Pada Pot/Polybag Dan Rak Vertikultur

Pot/polybag dan rak vertikultur adalah menanam wadah yang digunakan sebagai model untuk budidaya sayuran di pekarangan mereka yang sempit. Pot atau polybag berukuran 30×30 cm dapat digunakan untuk tumbuh caisin/sawi.
Pot atau polybag harus berlubang 4-5 lubang di bagian bawah sisi kiri dan kanan wadah untuk membuang air kelebihan yang tidak banjir. Polybag harus dibalik sebelum media tanam diisi sehingga perusahaan polybag berdiri dan tidak mudah roboh.
Rak vertikultur adalah wadah tanam yang terbuat dari kayu dan talang paralon atau bambu.
Rak dapat dibuat hingga 4 tingkat dengan ketinggian 1,25 m dan panjang 80 cm. Sedangkan panjang selokan 1 m dan lebar 12 cm selokan. Talang bambu dasar atau di lubang 4-5 lubang untuk pembuangan air surplus yang tidak banjir.
Selanjutnya selokan penuh dengan media tanam. Perlakuan yang sama juga dilakukan saat menggunakan bambu sebagai tanaman kontainer. Kemudian wadah yang sudah diisi dengan media tanam secara teratur menempatkan di rak-rak kayu.
Media tanam yang digunakan berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos. Perbandingan dapat 1: 1, 1: 2 atau 1: 3, tergantung pada tingkat kesuburan dan tekstur tanah. Masukan media ke wadah sampai penuh. Tinggalkan jarak sekitar 1 cm dari bibir wadah.
Semprotkan larutan pupuk cair Bioboost/EM4 (10 ml/1 liter air) pada permukaan tanah dalam pot atau polybag, maka pot atau polybag ditutupi dengan karung goni selama 3 hari. Pot atau polybag siap tanam.

Penanaman

Sebelum penanaman, pot/polybag dan rak vertikultur sebelumnya disiram untuk memudahkan budidaya. Penanaman dalam pot atau polybag dilakukan dengan memindahkan anakan caisin/sawi dari persemaian atau dari wadah plastik dan ditanam di dalam pot atau polybag jumlah anakan 2-3. Sementara penanaman di rak vertikultur hanya satu baris tanaman dengan jarak tanam 15 cm.

Perawatan

Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi dan malam ketika itu tidak hujan. Pupuk pelengkap pertama setelah tanaman berumur 4 HST semprotkan larutan Bioboost pupuk cair / EM4 (10 ml / 1 liter air) pada tanaman. Pupuk pelengkap kedua dan ketiga setelah tanaman berumur 11 HST dan 17 HST. Cara mengolah dan pupuk sebagai pemupukan tambahan pertama.
Landeto pupuk cair organik atau Ghosts juga dapat diberikan kepada tanaman sebagai pupuk tambahan dengan dosis 2 botol cap/10 liter air. Larutan pupuk disemprotkan pada tanaman dengan waktu pemberian setelah tanaman berumur 7 hst, 14 hst, dan 21 hst. Penyiangan dapat dilakukan jika pertumbuhan gulma. Jika ada hama tanaman dan penyakit, segera dikendalikan secara mekanis (dicabut dan dibakar) atau disemprot dengan fungisida dan insektisida tanaman.

Panen

Caisin/sawi mulai dipanen setelah tanaman berumur 45-50 hari. Panen dilakukan dengan cara mencabut atau memotong pangkal batang. Bila panen terlambat dapat menyebabkan tanaman cepat berbunga. Caisin/sawi yang baru dipanen ditempatkan di tempat yang teduh, agar tidak cepat layu. Untuk mempertahankan kesegaran sayuran ini perlu diberi air dengan cara dipercik.
maluku.litbang.pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 6 Panduan Lengkap Cara Budidaya Sawi Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 
sumber : http://www.ruangtani.com/6-panduan-lengkap-cara-budidaya-sawi-untuk-meningkatkan-ekonomi-keluarga/ 

cara berkebun buah naga

  Cara Berkebun Buah Naga Yang Tepat Serta Menguntungkan.
Dragon Fruit, atau  yang  juga dikenal dengan nama Buah Naga, merupakan buah istimewa bagi masyarakat Tionghoa. Bentuk buah ini memang unik.
Kulitnya berwarna cerah lengkap dengan sisik berukuran besar. Boleh jadi karena kehadiran sisik tersebutlah sehingga dinamai Dragon Fruit. Buah dengan sisik serupa naga. 
Buah ini dianggap membawa berkah mengikut pada sifat naga. Maka itu, buah naga selalu jadi pelengkap persembahan di altar pada acara keagamaan Tionghoa.
Tak hanya istimewa, ternyata buah naga juga memiliki rasa nikmat dan segar.Daging buahnya lembut dengan perpaduan rasa manis dan asam. Selain lezat, ahli gizi juga memastikan buah tropis yang satu ini memiliki sejuta khasiat.
Sayangnya, permintaan dunia terhadap buah ini masih belum seimbang dengan kemampuan budidaya. Bahkan vietnam dan Thailand yang dikenal sebagai pemasok terbesar buah naga hanya mampu memenuhi 50% permintaan pasar global.
Celah ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk ikut berperan aktif dalam ekspor buah naga. Terlebih, tanamam tersebut tumbuh subur di negara tropis. Cara menanam buah naga pun terbilang mudah dan tidak memerlukan keahlian tertentu.
# Persiapan Awal
Untuk memulai budidaya buah naga, hal yang patut diperhatikan adalah persyaratan tumbuh tanam buah naga. Tanaman ini digolongkan ke dalam keluarga kaktus. Oleh sebab itu medim tanamnya di dataran rendah, tepatnya di ketinggian 20 hingga 500 meter di atas permukaan laut
Tanah tempat menanam buah naga harus gembur, porus dan juga mengandung banyak bahan organik serta unsur hara. Lebih optimal lagi jika pH tanah 5 sampai 7. Pastikan lahan tersebut sedikit kering sebab jika kadar air lebih, tanaman ini akan membusuk. Hal penting lainnya adalah tingkat penyinaran matahari. Pastikan tanaman terpapar sinar matahari secara penuh pada siang hari sebab buah naga memang menyukai panas yang terik.
 
Jangan menggunakan kawat untukmengikat batang buah naga agar tidak terluka batangnya. Selain medium tanam, tahap persiapan awal juga mencakup penyediaan penopang tanaman. Pohon buah naga memang tidak memiliki batang primer yang kokoh. Biasanya ia tumbuh dan memanjat pada penopang. Oleh sebab itu, ketersediaan tiang penopang tumbuh adalah penting.
Anda bisa menggunkanan tiang kayu atau beton. Ukuran yang pas adalah 10cm x 10cm dengan ketinggian maksimal 2 meter. Tancapkan padatanah dengan kedalaman kira-kira 50 cm. Di sekitar titik penancapan tiang, buatlah lubang tanam sejumlah 3 sampai 4.
Ukuran masing-masing lubang yakni 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam kira-kira sekitar 2 m x 2,5 m.
Lubang yang telah tersedia diberi pupuk organik sekirat 10 kg yang telah dicampur dengan tanah.
# Proses Tanam
Setelah medium tanam siap, bibit sudah bisa ditanam. Pada umumnya, cara menanam buah naga dilakukan melalui dua cara yakni steak dan juga biji.  Tetapi di lapangan, cara paling yang paling banyak digunakan yakni dengan stek.
Batang tanaman yang menjadi bibit baiknya memiliki panjangn 25 sampai 30 cm. Proses awal penumbuhan stek batang dimulai dengan medium polybag yang terdiri dari campurantanah dengan pasir dan juga pupuk kandang. Perbandingannya 1:1:1. Setelah berumur kurang lebih 3 bulan, bibit tersebut sudah bisa dipindahkan ke lahan sebenarnya.
Setelah bibit ditanam pada lahan, proses selanjutnya adalah langkah pemeliharaan yang mencakup pengairan, pemupukan, penaggulangan hama/gulma dan juga penyiangan.
Proses pengairan dilakukan sebanyak 1 sampai 2 hari dalam sehari. Proses ini harus cermat sebab tanaman buah naga tidak menyukai air berlebih. Selanjutnya adalah pemupukan. Jenis pupuk terbaik adalah pupuk kandang denganjarak pemberian 3 bulan sekali. jumlah pupuknya sekitar 5 sampai 10 kilogram.
Hal lain yang tak kalah penting adalah pengendalian hama dan gulma. Selama ini, hama yang menyerang tanaman buah naga masih jarang ditemukan. Pengganggu utama adalah gulma yang dikenal bisa menghambat pertumbuhan tanaman, Oleh sebab itu.
Jika perawatan kita bagus, buah nagapun akan menghasilkan hasil yang bagus juga
pengendalian dilakukan secara rutin agar tumbuhkembang tanaman lebih optimal.
Proses pemeliharaan selanjutnya adalah pemangkasan. Langkahnya dimulai dengan memangkas batang utama atau primer pada kondisi dimana tingginya telah mencapai bagian paling atas tiang. Setelah pemangkasan, biasanya akan tumbuh tunas baru sehingga batang memiliki cabang sekunder.
Setelah batang tumbuh sempurna, pangkas lagi hingga muncul batang tersier. Batang tersier inilah yang kemudian berfungsi sebagai cabang produksi.
Setelah semua proses selesai, petani tinggal menunggu masa panen buah naga. Jika dicermati, cara Berkebun Buah Naga Yang Tepat Serta Menguntungkan cukup mudah. Potensi ekonominya yang tinggi tentu menawarkan keuntungan memuaskan. Karenanya, jangan ragu untukbergerak memulai usaha budidaya buah naga. Selamat bercocok tanam.
Demikianlah Informasi tentang Cara Berkebun Buah Naga Yang Tepat Serta Menguntungkan
Semoga Bermanfaat..
sumber : http://www.jendelailmu.id/2016/03/inilah-cara-berkebun-buah-naga-yang.html