6 Panduan Lengkap Cara Budidaya Sawi Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga
Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari
marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan
(sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies
Brassica yang kadang-kadang mirip satu sama lain.
Di Indonesia penyebutan sawi biasanya mengacu pada sawi hijau (Brassica rapa kelompok parachinensis, yang disebut juga sawi bakso, caisim, atau caisin). Komoditas tanaman ini cukup mudah di budidaya jika semua vasitas mendukung dan juga tanaman ini masih mempunyai banyak peluang untuk menembus bisnis kecil UKM di pasaran dan juga dapat membantu menigkatkan perekonomian rumahtangga. simak berikut langkah-langkah budidaya sawi lengkap.
Syarat Tumbuh
Iklim
- Diperlukan intensitas cahaya lemah sehingga memerlukan naungan, untuk mencegah cahaya matahari langsung yang dapat membahayakan pertumbuhan bibit.
- Pada stadia pertumbuhan diperlukan intensitas cahaya kuat, sehingga tidak membutuhkan naungan atau. Secara umum petsai memerlukan penyinaran 10-13 jam/hari.
- Suhu udara yang untuk budidaya petsai adalah 15-25 derajat C dan masih toleran pada 27-32 derajat C (varietas dataran rendah).
- Daerah dengan kelembaban antara 80-90% merupakan daerah yang cocok untuk tanaman ini.
Pemilihan Varietas
Varietas yang dianjuran adalah LV.145
dan Tosakan. Namun yang beredar dipasaran kebanyakan Tosakan dan Shinta
(panah merah). Daya tumbuhnya lebih dari 95 %, vigor murni, bersih dan
sehat. Kebutuhan benih per hektar 450-600 gram.
Model Budidaya Bedengan
Pembibitan
Caisim atau sawi sebelum tanam, Ada 2 cara tanaman pembibitan caisin/sawi.
- Cara pertama, bedengan benih di persemaian berukuran kecil 0,5 x 1 m² atau ukuran besar untuk memenuhi kebutuhan bibit.
- Cara kedua, benih di semai di wadah plastic dengan luas ukuran wadah sesuai kebutuhan bibit. Sebelum menabur benih, benih direndam dalam air selama ± 2 jam. Selama perendaman, benih yang mengapung dipisahkan dan dibuang.
Benih yang tenggelam digunakan untuk
disemai. Kemudian biji disebar merata di atas bedengan dengan tanah
dicampur dengan pupuk kandang 1: 1, (media tanam) ± 7 cm. Benih yang
telah ditebar disiram sampai basah dan kemudian ditutup dengan daun
pisang atau karung goni selama 2-3 hari. Bedengan pembibitan harus
diberikan Kedap sinar matahari. Ketika bibit sudah berumur 2-3 minggu
setelah tebar, bibit siap ditanam.
Perlakuan yang sama juga dilakukan jika
benih ditaburkan dalam wadah plastik. Wadah tersebut diteduhkan di rumah
persemaian sampai 2-3 minggu bibit tua. Bibit siap untuk ditanam.
Pengolahan Tanah Budiya
Lahan budidaya harus bebas dan
dibersikan dari gulma. Kemudian tanah dicangkul sedalam 20-30 cm agar
terjadi penggemburan. Setelah itu, bedengan yang dibuat dengan
ketinggian sekitar 20-30 cm, lebar sekitar 1 m, dan panjang tergantung
pada ukuran/bentuk tanah.
Jarak antara bedengan sekitar 40 cm atau
selaras dengan tanah. Setelah tanah diratakan, Permukaan bedengan di
tebari pupuk kompos dengan dosis 100 kg / 100 m². Semprotkan larutan
pupuk cair Bioboost/EM4 (10 ml/1 liter air) pada permukaan bedengan dan
bedengan ditutupi dengan permukaan tanah. Diamkan selama 3 hari dan
bedengan siap tanam.
Penanaman
Sebelum penanaman, bedeng-bedeng
tersebut dibuat lubang tanam dengan jarak antar tanaman 15 cm dan jarak
antar barisan 20 cm. Tiap lubang tanam diberi 1-2 anakan. Kemudian
bedengan yang sudah ditanami disirami sampai basah.
Model Budidaya Sawi Pada Pot/Polybag Dan Rak Vertikultur
Pot/polybag dan rak vertikultur adalah
menanam wadah yang digunakan sebagai model untuk budidaya sayuran di
pekarangan mereka yang sempit. Pot atau polybag berukuran 30×30 cm dapat
digunakan untuk tumbuh caisin/sawi.
Pot atau polybag harus berlubang 4-5
lubang di bagian bawah sisi kiri dan kanan wadah untuk membuang air
kelebihan yang tidak banjir. Polybag harus dibalik sebelum media tanam
diisi sehingga perusahaan polybag berdiri dan tidak mudah roboh.
Rak vertikultur adalah wadah tanam yang terbuat dari kayu dan talang paralon atau bambu.
Rak dapat dibuat hingga 4 tingkat dengan
ketinggian 1,25 m dan panjang 80 cm. Sedangkan panjang selokan 1 m dan
lebar 12 cm selokan. Talang bambu dasar atau di lubang 4-5 lubang untuk
pembuangan air surplus yang tidak banjir.
Selanjutnya selokan penuh dengan media
tanam. Perlakuan yang sama juga dilakukan saat menggunakan bambu sebagai
tanaman kontainer. Kemudian wadah yang sudah diisi dengan media tanam
secara teratur menempatkan di rak-rak kayu.
Media tanam yang digunakan berupa
campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos. Perbandingan dapat 1: 1,
1: 2 atau 1: 3, tergantung pada tingkat kesuburan dan tekstur tanah.
Masukan media ke wadah sampai penuh. Tinggalkan jarak sekitar 1 cm dari
bibir wadah.
Semprotkan larutan pupuk cair
Bioboost/EM4 (10 ml/1 liter air) pada permukaan tanah dalam pot atau
polybag, maka pot atau polybag ditutupi dengan karung goni selama 3
hari. Pot atau polybag siap tanam.
Penanaman
Sebelum penanaman, pot/polybag dan rak
vertikultur sebelumnya disiram untuk memudahkan budidaya. Penanaman
dalam pot atau polybag dilakukan dengan memindahkan anakan caisin/sawi
dari persemaian atau dari wadah plastik dan ditanam di dalam pot atau
polybag jumlah anakan 2-3. Sementara penanaman di rak vertikultur hanya
satu baris tanaman dengan jarak tanam 15 cm.
Perawatan
Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi
dan malam ketika itu tidak hujan. Pupuk pelengkap pertama setelah
tanaman berumur 4 HST semprotkan larutan Bioboost pupuk cair / EM4 (10
ml / 1 liter air) pada tanaman. Pupuk pelengkap kedua dan ketiga setelah
tanaman berumur 11 HST dan 17 HST. Cara mengolah dan pupuk sebagai
pemupukan tambahan pertama.
Landeto pupuk cair organik atau Ghosts
juga dapat diberikan kepada tanaman sebagai pupuk tambahan dengan dosis 2
botol cap/10 liter air. Larutan pupuk disemprotkan pada tanaman dengan
waktu pemberian setelah tanaman berumur 7 hst, 14 hst, dan 21 hst.
Penyiangan dapat dilakukan jika pertumbuhan gulma. Jika ada hama tanaman
dan penyakit, segera dikendalikan secara mekanis (dicabut dan dibakar)
atau disemprot dengan fungisida dan insektisida tanaman.
Panen
Caisin/sawi mulai dipanen setelah
tanaman berumur 45-50 hari. Panen dilakukan dengan cara mencabut atau
memotong pangkal batang. Bila panen terlambat dapat menyebabkan tanaman
cepat berbunga. Caisin/sawi yang baru dipanen ditempatkan di tempat yang
teduh, agar tidak cepat layu. Untuk mempertahankan kesegaran sayuran
ini perlu diberi air dengan cara dipercik.
maluku.litbang.pertanian.go.id
Demikian Pembahasan Tentang 6 Panduan Lengkap Cara Budidaya Sawi Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn …
sumber : http://www.ruangtani.com/6-panduan-lengkap-cara-budidaya-sawi-untuk-meningkatkan-ekonomi-keluarga/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar