Belajar Menanam Strawbery di Dataran Rendah
Strawberry
biasa kita jumpai di daerah pegunungan atau dataran tinggi dengan suhu
yang sejuk… kita sering melihat di Lembang, Bandung atau di Guci, Tegal.
juga dibeberapa pegunungan yang sejuk banyak yang membudidayakan strawberry.wah
kira-kira kalau kita mau tanam di dataran rendah bisa gak ya…kalau bisa
kan mantap tuh….tanam di pot depan rumah bisa petik strawberry tanpa
harus ke lembang atau cianjur tentunya asyik ya, apalagi berkebun
dirumah bersama keluarga tercinta pasti mengasyikan.
Pada awalnya saya hanya tertarik coba-coba
browsing di internet adakah stoberri yang cocok di datran rendah
dengan membeli bibit strawberry 3 pot pada awal april tahun 2014 saat
ketika saya wisata dan jalan-jalan ke lembang , Bandung.
Lembang, Bandung terletak di lereng gunung Tangkuban perahu yang berhawa sejuk dan saya perkirakan ketinggiannya sekitar 1200 m dari permukaan air laut. mulanya saya sempat ragu apa mungkin tanaman strawberry ini bisa bertahan hidup di daerah tempat saya tinggal, Bekasi? bahkan teman saya sempat mengatakan bahwa tanaman yang saya beli dalam waktu sebentar akan mati.
Kota tempat saya tinggal yaitu kota Bekasi mempunyai ketinggian kira-kira 30 meter dari permukaan air laut (ini saya ketahui berdasar dari papan penunjuk ketinggian di stasiun Bekasi yaitu +28 m) dan rumah saya terletak agak jauh dari stasiun tersebut sekitar 10 km. suhu udara berkisar dari 25 derajat sampai 33 derajat celcius. curah hujan kurang dari 500 mm/tahun. banyak orang pernah mengatakan pada saya bahwa kota bekasi berhawa panas, mungkin sama panasnya dengan kota-kota besar lainnya di pulau jawa, sehingga tidak cocok untuk stroberri.
Lembang, Bandung terletak di lereng gunung Tangkuban perahu yang berhawa sejuk dan saya perkirakan ketinggiannya sekitar 1200 m dari permukaan air laut. mulanya saya sempat ragu apa mungkin tanaman strawberry ini bisa bertahan hidup di daerah tempat saya tinggal, Bekasi? bahkan teman saya sempat mengatakan bahwa tanaman yang saya beli dalam waktu sebentar akan mati.
Kota tempat saya tinggal yaitu kota Bekasi mempunyai ketinggian kira-kira 30 meter dari permukaan air laut (ini saya ketahui berdasar dari papan penunjuk ketinggian di stasiun Bekasi yaitu +28 m) dan rumah saya terletak agak jauh dari stasiun tersebut sekitar 10 km. suhu udara berkisar dari 25 derajat sampai 33 derajat celcius. curah hujan kurang dari 500 mm/tahun. banyak orang pernah mengatakan pada saya bahwa kota bekasi berhawa panas, mungkin sama panasnya dengan kota-kota besar lainnya di pulau jawa, sehingga tidak cocok untuk stroberri.
saya
juga diberitahu kawan di sebuah komunitas tanaman buah, bahwa stroberri
bisa tumbuh di dataran rendah, saya di sarankan ke depok di daerah
sekitar sukamaju, cimanggis saya bertemu dengan anak muda yang menanam
stroberri di depan rumahnya ketinggian kota depaok dari permukaan laut
50 M , di depok stroberri bisa tumbh dengan baik dan bisa berbuah namun
buahnya agak kecil paling besar sebesar jempol ibu jari, menurut mas
wardoyo budiasih sang pemilik ini tanpa pemupukan…hmmm kalau di coba
diberikan tambahan nutrisi mungkin buah bisa besar-besar. Akhirnya saya
meminta bibitnya dan mencoba di tanam di bekasi. jadi saya punya 2
koleksi stroberri satu dari lembang dan satu lagi dari depok.
Menanam stroberi tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tapi bisa juga di lahan yang sempit dengan menggunakan polybag atau pot.
Budidaya tanaman stroberi dalam pot, tidak hanya dijadikan sarana
penyalur hobi, tetapi bisa dikembangkan dalam skala komersial, tentu
dengan pengetahuan dan kemauan. Untuk itu perlu diketahui tentang
persyaratan budidaya tanaman stroberi.
Strawberry merupakan tanaman yang
mempunyai ketahanan & adaptasi yang cukup luas. secara umum syarat
tumbuh yang baik untuk strawberry adalah seperti kondisi iklim berikut
ini:
-
suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 derajat Celcius.
-
Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.
-
Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.
- Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.
- Ketinggian diatas 1000 M
Penyiapan Wadah atau Tempat Tanam
Wadah atau
tempat tanam yang biasa digunakan adalah pot bisa juga menggunakan
polybag. Pot mempunyai banyak jenis dan variasi bentuknya. Hal penting
yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pot adalah ukurannya seimbang
dan serasi dengan ukuran tanaman. Selain itu, pot harus dapat menampung media tanam yang cukup agar perakaran tanaman tumbuh dengan leluasa.
Ukuran ideal
pot adalah berdiameter 7 cm – 20 cm dan di beri lubang keci-kecil di
bawahnya. Selain pot, kita juga bisa menggunakan kantong plastik
(polybag) yang banyak tersedia di toko-toko alat pertanian dengan
berbagai macam ukuran.
Penyiapan Medium Tanam
Komposisi bahan medium tanam yang biasa digunakan adalah:
a. Campuran tanah dari bawah pohon pinus, humus, daun lamtoro atau kompos lebih mudah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.
b. Campuran tanah lapisan atas, pasir dan humus dengan perbandingan 1:1:1.
c. Campuran tanah, pasir, humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1.
d. Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.
Pengisian Medium Tanam Ke Dalam Pot/Polybag
Cara-cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau wadah tanam adalah:
a. Siapkan alat dan bahan, terdiri atas pot (wadah tanam), pecahan bata merah (genting), gembor (emrat), medium tanam, serta sarana penunjang lainnya.
b. Masukkan selapis pecahan bata merah (genting) ke dasar pot.
c. Masukkan medium tanam ke dalam pot hingga hampir penuh.
d. Siram medium tanam dalam pot tersebut dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah.
Penyiapan Bibit dan Penanaman
Tata cara penanaman bibit tanaman stroberi ke dalam pot adalah sebagai berikut:
a) Siram medium tanam bibit tanaman dengan air bersih hingga keadaannya cukup basah.
b) Keluarkan bibit lengkap bersama akar dan medium tanamnya dengan cara menyobek (menggunting) polybag.
c) Buat lubang tanam dalam pot dengan cara menggali (mengambil) sebagian medium tanamnya.
d) Tanamkan
bibit tepat di tengah pot pada posisi tegak, kemudian timbun bagian
pangkal batang tanaman dengan medium tanam sambil dipadatkan secara
pelan-pelan.
e) Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah (lembab).
f) Simpan pot di tempat yang teduh dan lembab selama 7 – 15 hari agar tanaman segar kembali.
Pemeliharaan Tanaman
a. Penempatan pot
Penempatan pot harus memperhatikan kondisi lingkungan tumbuh yang ideal dan serasi dengan keadaan sekitarnya. Dan yang lebih penting bahwa tanaman jangan langsung sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis. cukup terkena matahari secara tidak langsung selama sebulan. setelah itu belajar adaptasi terkena sinar matahari kurang lebih 30 menit setiap pagi dari jam 07.00-08.00.
Penempatan pot harus memperhatikan kondisi lingkungan tumbuh yang ideal dan serasi dengan keadaan sekitarnya. Dan yang lebih penting bahwa tanaman jangan langsung sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis. cukup terkena matahari secara tidak langsung selama sebulan. setelah itu belajar adaptasi terkena sinar matahari kurang lebih 30 menit setiap pagi dari jam 07.00-08.00.
b. Penyiraman
Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau, yakni pagi dan sore. Hal ini untuk menjaga kelembaban media, sehingga unsur hara dalam tanah bisa diserap oleh akar secara maksimal. untuk adaptasi semprotlah di pagi dan sore hari dengan air dingin/es selama 1 bulan penuh dan 3 hari sekali dibulan kedua.
Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau, yakni pagi dan sore. Hal ini untuk menjaga kelembaban media, sehingga unsur hara dalam tanah bisa diserap oleh akar secara maksimal. untuk adaptasi semprotlah di pagi dan sore hari dengan air dingin/es selama 1 bulan penuh dan 3 hari sekali dibulan kedua.
c. Penyiangan dan penggemburan medium tanam
Gulma yang tumbuh pada permukaan pot harus segara dicabut, hal ini untuk menghindari saling berebut nutrisi dalam tanah dan juga meminimalisir terserangnya hama yang bersarang di gulma tersebut.
Gulma yang tumbuh pada permukaan pot harus segara dicabut, hal ini untuk menghindari saling berebut nutrisi dalam tanah dan juga meminimalisir terserangnya hama yang bersarang di gulma tersebut.
d. Pemupukan
Seminggu setelah tanam perlu dilakukan pemupukan. Jenis dan takaran pupuk terdiri atas Urea 2 sendok teh + TSP setengah sendok teh + KCL setengah sendok teh per pot. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 1 – 2 bulan setelah tanam dengan Urea setengah sendok teh + TSP 1 sendok teh + KCL 1 sendok teh per pot.
Seminggu setelah tanam perlu dilakukan pemupukan. Jenis dan takaran pupuk terdiri atas Urea 2 sendok teh + TSP setengah sendok teh + KCL setengah sendok teh per pot. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 1 – 2 bulan setelah tanam dengan Urea setengah sendok teh + TSP 1 sendok teh + KCL 1 sendok teh per pot.
e. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada daun yang kering atau rusak. Tanaman yang terlalu rimbun juga harus dipangkas daunnya. Hal ini untuk merangsang pembuahan.
Pemangkasan dilakukan pada daun yang kering atau rusak. Tanaman yang terlalu rimbun juga harus dipangkas daunnya. Hal ini untuk merangsang pembuahan.
f. Penggantian pot dan medium tanam (repotting)
Penggantian pot dilakukan bila media tanam dalam pot sudah padat, akar sudah mulai ke permukaan pot dan pertumbuhan tanaman sudah mulai melambat bahkan tidak berbunga atau berbuah.
Penggantian pot dilakukan bila media tanam dalam pot sudah padat, akar sudah mulai ke permukaan pot dan pertumbuhan tanaman sudah mulai melambat bahkan tidak berbunga atau berbuah.
g. Perlindungan tanaman
Perlindungan tanaman meliputi penggunaan bibit yg sehat, sterilisasi media tanam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit, penyemprotan pestisida secara selektif sesuai anjuran.
Perlindungan tanaman meliputi penggunaan bibit yg sehat, sterilisasi media tanam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit, penyemprotan pestisida secara selektif sesuai anjuran.
sumber : https://warasfarm.wordpress.com/2014/05/11/belajar-menanam-strawbery-di-dataran-rendah/






Tidak ada komentar:
Posting Komentar